Hijab, My Friends

1 03 2009

Percaya nggak kalo sebagian besar isi dari neraka adalah kaum wanita?

Kudu percaya bikoz ketika Rasul Isra’ Mi’raj, beliau diajak sama Jibril untuk melihat-lihat ke dalam surga dan neraka. Selesai melihat beliau berkata “ketika aku melihat ke dalam surga maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin dan dhuafa, ketika aku melihat ke dalam neraka maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah wanita

So? Apakah bener berarti kaum wanita harus lebih berhati-hati? PASTI!

Tapi, apa yang terjadi sekarang? Jangankan shalat, menutup aurat pun masih banyak yang enggan yang ada malah mengumbarnya di depan umum. Ck ck Ck

Tapi ada seseorang yang saya sangat kagum dengannya. Di saat orang-orang memamerkan kecantikannya, dia menjaga nya dengan sangat ketat.  Dia adalah temen saya sendiri (nama ga usah disebutin lah ya, kasian ntar terbang lagi, hehe engga’ engga’ menjaga privasi orang kan penting ya ngga’?) Dulu dia tuh bisa dibilang anak yang notabene-nya selenge’an. Mulai dari kebut-kebutan di jalan, nogkrong di tempat parkiran de el el. Saya kenal sama dia udah agak lama sekitar 1 tahunan kali ya lupa juga si soalnya emang jarang kontak, hehe (maklumin yaa soalnya di skul Q jalur komunikasi agak ribet and dibatesi). Pertama kali kenal (hehe cerita dulu ya sejarahnya) dia bilang kalo saya itu mirip sama salah satu temennya (yang di Ragunan apa yang di Gembira Loka? hehe). Dulu cuma asal kenalan aja. Tapi bikoz dia orangnya supel jadi bisa deket de. Ketika terakhir kali kita kontak dia masih seorang akhwat yang masih rada-rada tomboy dan senga’ plus beraliran emo =) .

But,

Setelah waktu yang agak lama, qta komunikasi lagi (entah lupa siapa duluan yang ngontak yang jelas kita kenalan dari salah satu situs jejaring sosial).  Ada sesuatu yang beda dari dirinya. Dia memakai hijab yang sangat diagung-agungkan oleh agama Islam. Tau hijab ga? Yauda kalo ngga tau, hijab itu adalah jilbab. Keterlaluan kalo ngga tau jilbab! Oke oke, lanjutin ceritanya. Saya tanya

“weh, sekarang pake jilbab neh?”

“iya nih tobat…”

Pertama dia juga merasa agak gimanaa gitu karena mahkota kepala yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan harus ditutup oleh selendang kain agung bernama jilbab. Dia langsung belajar tentang bagaimana cara memakai jilbab yang baik kepada teman-temannya yang lebih dulu menngunakannya sebelum dia. Bukan cuma jilbab tapi tentang bagaimana menjadi seorang muslimah yang baik. Dia banyak bertanya kepada orang-orang yang dia anggap kebih mengerti, banyak mencari referensi.

Entah darimana dan bagaimana dia mulai menyadari arti penting menutup aurat (rambut) yang selama ini menjadi suatu nilai plus bagi seluruh peyempuan di dunia. Tapi yang jelas, usaha, kesadaran dan kemauan lah yang membuat dia  bukan hanya tergerak untuk menggunakan hijab tersebut, tetapi juga mengerti nilai lebih dari menutup aurat. Di awal menggunakan jilbab, dia merasakan dua hal yang sangat berlawanan, dia bersyukur karena sudah bisa memulai melaksanakan salah satu kewajiban sebagai seorang muslimah, tapi di lain sisi, dia juga khawatir dan takut kalau-kalau suatu saat nanti imannya melemah dan melepas kembali hijab tersebut. Tapi karena KEMAUAN yang keras dari dirinya sendiri, semuanya bisa dilewatin meskipun tidak semuanya berjalan mulus.

Setelah berjalan beberapa waktu, saya tanya dia apa yang dirasakannya setelah menggunakan jilbab? Salah satunya dia ngomong setelah make jilbab jadi ga ada orang yang suka godain =D .

“wah beruntung donk..!”

“iya Alhamdulillah” katanya

“emang ga takut dicuekin sama cowo-cowo? kan cowo-cowo banyak yang liat cewe dari rambutnya?”

“ngga lah, justru Q sadar kalo hal kayak gitu bukan sekarang waktunya”

“wah berarti udah mantep banget nih niatnya mau jadi akhwat?”

“insya Allah jam, Q masih butuh dukungan”

Wah, rasanya seneng lho ada salah satu temen yang udah bener-bener sadar arti penting menggunakan jilbab. Alhamdulillah udah bertambah lagi temen akhwatnya. Tapi tetep ga bisa dipungkiri bahwa godaan dan cobaan buat orang-orang yang berjalan di jalan yang lurus ga akan pernah berhenti. Selamanya.

Trus? Apa itu berarti Allah SWT ga yakin terhadap perubahan yang ingin kita lakukan sehingga Dia terus menerus menguji kita? Ups! Jangan salah sangka. Allah itu menguji manusia bukan berarti ga yakin apalagi sampe ga percaya sama kita kalo kita mao bener-bener berubah. Tapi, Dia ingin hamba-hamba-Nya menjadi orang yang punya mental dan iman yang kuat. Lagian juga Allah itu ga akan pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia. Mau sedahsyat apa juga cobaannya pasti ada sesuatu yang bisa diambil dan cobaan itu pasti bisa diselesaikan. Dibilang sok alim lah, dibilang sok reliji lah, dibilang munafik lah. But it’s no matter. Itu kan perkataan manusia doank, manusia kurang suka ngeliat qta kayak gitu padahal yang bener kan justru apa yang mereka katakan salah tersebut. Yaa masih sangat beruntung lah! Coba misalnya Allah yang menyatakan ketidak sukaan-Nya sama kita? Waduh, ga selamat dunia akhirat deh!

Berpikir panjang adalah kuncinya. Kalo mau berpikir panjang dan jauh ke depan kita pasti sadar bahwa pemberhentian terakhir umat manusia adalah akhirat kelak. Dan dengan berpikir panjang juga kita akan mengerti kebaikan-kebaikan yang bisa didapat dari hal ini.

Tapi ada masalah baru lagi yang muncul. Paan tu? Banyak akhwat yang tahu kalau menutup aurat adalah kewajiban seorang muslimah tapi mereka ga paham. Lho koq ga paham? Ya jelas lah, kalo paham arti pentingnya pasti melaksanakan apa yang telah mereka ketahui itu kan? Ok kita lanjut aja.

Trus gimana?

Yup! Kembali kepada-Nya.  Pahami betul arti penting menggunakan jilbab, pahami betul mengapa Allah menyuruh muslimah untuk menggunakan jilbab.

Halaah, basi cara gitu mah?

Ok ok, klo emang butuh sesuatu yang bener-bener meyakinkan,

Dibawah ini kutipan dari sebuah blog

3. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari

Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Telah berkata Ummu ‘Athiyah saya bertanya : ‘Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?’ Maka sabdanya : ‘Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya’.” (HR. Bukhari Muslim)

Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.


Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :

1) Sebagai identitas seorang muslimah

Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim. Dalam sebuah hadits dikatakan :

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud)

2) Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah)

Dengan mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak membuka auratnya di sembarang tempat, maka seorang muslimah itu bagaikan sebuah batu permata yang terpajang di etalase yang tidak sembarang orang dapat mengambil dan memilikinya. Dan bukan seperti batu yang berserakan di jalan dimana setiap orang dapat dengan mudah mengambilnya, kemudian menikmatinya, lalu membuangnya kembali.

Allah berfirman :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An Nahl (16) : 97)

3) Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab

Hal ini mudah dipahami karena dengan seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak akan mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berperilaku yang berlebih-lebihan. Sehingga kejadian-kejadian seperti perkosaan, perzinaan, dsb dapat dihindarkan

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa’ (17) : 32)

3) Memperkuat kontrol sosial

Seorang yang ikhlas dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya khususnya dalam mengenakan busana muslimah, Insya Allah ia akan selalu menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga apabila suatu saat dia melakukan kekhilafan maka ia akan lebih mudah ingat kepada Allah dan kembali ke jalan yang diridhoiNya….Wallohuh A’lam

http://solekha.multiply.com
itu linknya, okeh

Nah, sampe di penghujung acara,,

Sbelumnya mau ngasih tau dulu, saya nulis ini hanya bermaksud membantu temen-temen yang mungkin butuh “secuil” penjelasan bahwa menutup aurat bagi seorang muslimah itu wajib hukumnya. Dan perintah untuk menutup aurat tersebut bukan semata-mata hanya suruhan belaka. Tapi perintah itu dilandasi berbagai alasan yang logis dan tentu saja demi kebaikan kaum wanita itu sendiri.

And semua orang bisa berubah, mau sebelumnya preman pasar kek, ketua geng cewek sekolah kek, anak emo kek, anak metal kek, selama ada kemauan, effort dan niat serta kesadaran yang tinggi,, siip lahh

contohnya aja cerita temen saya itu. Sekarang Insya Allah dia sudah bisa merasakan nilai “plus” menggunakan hijab tersebut. Dari sebelumnya anak metal dikit =P

So wat temen-temen akhwat, mulai deh dari sekarang menela’ah dan mencari-cari referensi supaya bener-bener paham dan yakin sepenuh hati. Kalo udah tinggal pengaplikasiaannya aja deh. Jangan sampe deh, hidup di dunia malah jadi ladang dosa, kalo ngga di dunia ini, kita mau nanem benih pahala di mana lagi coba?

Besok lah kalo udah gede ato udah sadar!

Iya kalo masih diberi kesempatan hidup, kalo ngga? kalo dah keburu R.I.P?

so, mulai dipikirin dari sekarang dee

Malu? kan udah banyak yang pake jilbab, di Eropa aja banyak ngapain malu make jilbab di Indonesia yang notabenenya negara muslim

Takut dibilang sok alim? ga usah ditanggepin yang kayak gitu, selama itu ga ganggu lanjut ajjaa

Takut dijauhin temen? daripada dijauhin Allah???

Dan masih banyak lagi…

Ok fren, gud lak!!! and ga usah takut ga dilirik sama lawan jenis okeh? coz lirikan mereka kadang menyerupai lirikan setan..ternasuk penulis kalii yaah?hehe

Maaf kalo ada kata-kata yang salah =)


Tindakan

Information

2 tanggapan

17 04 2009
azzahra dinata

sjk kcl aq sklah mgnakan jilbab, nmun aq mbuka nya pas klas 2smp aq mrsa jlbab ku mmbatasi grakku& mbdakan aq dg tman2 sbyaku yng bebas tnpa jilbab.

kini aq sdar klau aq kliru tpi aq mlu u/ kmbli mgunkan jilbab aq tkut dibilg mmpermainkan jilbab mba???????????

21 08 2009
zchand4rendezvous

Wah,, kak, menggunakan jilbab itu adalah satu2 pilihan buat membuka jalan ke surga bagi kaum wanita lho,,
insya allah ngga kok, mempermainkan jilbab? kurang cocok ntuh,, lebih baik dibilang memainkan jilbab tapi udah megang kunci pintu pertama ke surga, daripada di permainkan setan? =)
ayooo!! jangan kalah sama dunia kak!

Tinggalkan komentar